Rabu, 25 Mei 2016

TRANSPLATASI ORGAN ? APA HUKUMNYA DALAM PERSPEKSTIF ISLAM?

Transplantasi organ tubuh manusia merupakan masalah baru yang belum dikaji secara hukum yang melekat padanya oleh para fuqaha, masalah ini salah satu kemajuan ilmiah dalam bidang pencangkokan anggota tubuh manusia, dimana seorang dokter mampu memindahkan organ tubuh dari orang yang masih hidup atau sudah tidak bernyawa dicangkokkan kepada orang lain yang sudah kehilangan organ tubuhnya atau karena suatu sebab rusak yang disebabkan oleh sakit atau masalah lainnya dan hasilnya dapat berfungsi seperti hanya anggota badan sediakala.


Pada hakikatnya proses tranplantasi organ tubuh terlibat tiga pihak yang padanya melekat peran masing-masing:
  1. Pedonor yaitu orang yang menyumbangkan organ tubuhnya yang masih sehat untuk dipasangkan kepada orang lain yang anggota tubuhnya menderita penyakit atau akibat lain.
  2. Resipien yaitu orang yang menerima organ tubuh dari donor yang karena akibat lain pada anggota tubuhnya sehingga perlu diganti.
  3. Tim ahli yaitu para dokter yang menangani operasi trnasplantasi dari pihak donor kepada resipien.
Sehubungan dengan donor, transplantasi dapat pula dihadapkan pada tiga tipe:
  1. Donor dalam kondisi hidup dan sehat. Pada tipe yang kondisi ini selektif dan cermat diperlukan yaitu pemeriksaan kesehatan yang menyeleuruh dan lengkap kepada dua pihak baik itu terhadap pendonor maupun resepien. Dengan tujuan untuk menghindari gagalnya proses transplantasi.
  2. Donor dalam kondisi koma. Bilapun terjadi donor dilakukan dalam kondisi resepien koma patut diduga akan meninggal segera, sejatinya proses pencakokan organ tubuh pedonor memerlukan alat kontrol dan penunjang kehidupan, dapat diguanakan alat pernafasan khusus.
  3. Donor dalam kondisi meninggal dunia. Pada kondisi ini organ tubuh yang akan di cangkok sejatinya berdasarkan landasan medis dan yuridis.
Sehubungan dengan masalah yang telah dijelaskan pada pokok tulisan ini maka terpikirlah yang bahwa bagaimana pandangan hukum islam tentang tranplantasi organ tubuh….?
Transplantasi organ adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ketempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu.  Tujuan utama transplantasi organ adalah mengurangi penderitaan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.  Tranplantasi dalam persepektif penerima meliputi:
  1. Autotransplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ tubuh ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri, yang sering digunakan.
  2. Homotransplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Baik itu antara manusia dengan manusia atau antara satu hewan dengan hewan lainya. (satu spesies atau spesies yang sama).
  3. Heterotranplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ tubuh dari suatu spesies ke tubuh spesies lainnya. Baik itu antara hewan dengan manusia atau hewan dengan hewan lainya.
Terdapat dalam surat Al-baqarah ayat 195:

وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلۡقُواْ بِأَيۡدِيكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٩٥

Artinya: Dan belanjakanlah harta benda mu di jalan Allah, dan jaganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa islam tidak membenarkan seseorang membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya, tanpa mencari penyembuhan secara medis dan non medis termasuk upaya trnasplantasi, yang memberikan harapan untuk bertahan hidup dan menjadi sehat kembali.
Selanjutnya dijelaskan dalam surat Al-maidah ayat 2:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَوۡفُواْ بِٱلۡعُقُودِۚ أُحِلَّتۡ لَكُم بَهِيمَةُ ٱلۡأَنۡعَٰمِ إِلَّا مَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡكُمۡ غَيۡرَ مُحِلِّي ٱلصَّيۡدِ وَأَنتُمۡ حُرُمٌۗ إِنَّ ٱللَّهَ يَحۡكُمُ مَا يُرِيدُ ١

Artinya: dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertaqwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.

Allah memberikan perintah untuk saling tolong menolong bagi seluruh manusia dalam mnegerjakan kebajikan, sejatinnya diantara sebagian dari munusia itu untuk dapat menolong sebagaian manusi yang lainya, ayat tersebut Allah memberi perintah pada manusia untuk berbuat baik kepada sesama manusia dengan cara saling tolong menolong dalam hal kebaikan, menyumbangkan organ tubuh simanyat merupakan bagaian dari dari menuriti perintah Allah untuk saling menolong sesama manusia dalam kebaikan karena memberi mamfaat bgai orang lain yang salang membutuhkan.

Nabi Muhammad dalam hadis riwayat (Ahmad ibnu hibban dan al-hakim dari usamah ibnu syuriah) juga memberikan petunjuk bahwa:
Berobatlah kamu hai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak meletakkan suatu penyakit, kecuali dia juga meletakkan obat penyembuhnya, selain penyakit yang satu, yaitu lanjut usia.
Hadist ini memberikan penjelasan bahwa wajib hukumnya berobat bila sakit, apapun jenis dan macam penyakitnya, kecuali penyakit tua. Oleh sebab itu melakukan transplantasi sebagai upaya untuk menghilangkan penyakit hukumnya mubah. Asalkan tidak melanggar norma ajaran islam.

Jadi dari dalil yang telah dijelaskan diatas terkait transplantasi organ tubuh atau mengambil organ tubuh bagi orang yang sudah meninggal secra yuridis dan medis hukumnya mubah, adalah dibolehkan dalam pandangan islam dengan syarat bahwa resipien atau penerima donor dalam kondisi darurat yang mengamcam jiwanya bila transplantasi tidak dilakukan dan yang bersangkutan telah upaya perobatan secra maksimal.

Para ulama yang pada prinsipnya mendukunng tranplantsi berpendapat bahwa transplantasi organ harus dipahami sabagai satu bentuk layanan altruistik bagi sesama muslim untuk kepentingan kesejahteraan publik (al-mashlahah). Tetapi harus dibatasi dengan ketentuan bahwa transplantasi dilakukan satu-satunya bentuk/cara penyembuhan yang bisa ditempuh setelah upaya lain telah dilakukan. Juga adanya  persetujuan dari pemilik organ atau dari ahli warisnya. Kematian dari pendonor organ sudah dapat dipastikan oleh dokter yang telah terjamin. Dan penerima atau resipien organ telah diberitahu terkait implikasi dari operasi transplantsi tersebut.
Selanjutnya apabila transplantasi itu dilakukan untuk dikomersilkan ulama berpendapat bahwa hukumnya haram dengan pertimbangan bahwa seseorang tidak boleh menjual benda-benda yang bukan miliknya.

Dan dalam hadist jelas dinyatakan bahwa diantara orang-orang yang akan diminta pertanggung jawaban di akhirat adalah mereka yang menjual manusia merdeka dan memakan hasilnya.

Maka sangatlah jelas bahwa transplantasi dalam islam dibolehkan dalam kondisi darurat dan haram baginya bila transplantasi dilakukan untuk tujuan bisnis atau dikomersilkan. Karena organ tubuh manusia tidak boleh diperjualbelikan sebab manusia hanya memperoleh hak untuk memfaatkan dan tidak sampai memilki secara mutlak.

Sumber :

http://acehxpress.com/tranplantasi-organ.php

Selasa, 24 Mei 2016

PERIODE PUTARAN RELATIVITAS WAKTU


Relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah, hal ini telah diungkapkan melalui relativitas waktu oleh Einstein ditahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah bergantung keadaanya. Ilmuan besar Albert Eintein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh masa dan kecepatan.

Relativitas umum menyatakan setiap benda bermassa menyebabkan ruang-waktu sekitarnya melengkung. melalui teori relativitas itu Einstein menjelaskan bahwa gelombang ekektromaknetis dibuktikan bergerak pada kecepatan yang konstan , tanpa dipengaruhi gerakan sang pengamat. 

Inilah yang membuktikan teori Relativitas :

وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥۚ وَإِنَّ يَوۡمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلۡفِ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ ٤٧

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. sesingguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." (QS: Al-Hajj:47)

ُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يَعۡرُجُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡمٖ كَانَ مِقۡدَارُهُۥٓ أَلۡفَ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ ٥ 

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu" (QS : As-Sajdah:5)

"Allah bertanya : 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' mereka menjawab: 'kami tinggal (dibumi)  sehari atau setengah hari, maka tanyalah kepada orang-orang yang menghitung. 'Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahu."(QS: 23: 122-114)

Dengan kebenaran Alqur'an tersebut , konon kahirnya Einstein secara diam-diam juga telah memluk agama Islam. Dalam sebuah tulisan, Eistein mengakui kebenaran Alqur'an. " Alqur'an bukanlah buku seperti Aljabar atau geometri. Namun, Alqur'an adalah kumpulan aturan yang menuntut umat manusia ke jalan yang benar. jalan yang tak dapat ditolak oleh filosof besar," ungkap eintein. (Republika/2012)















PENCIPTAAN ALAM SEMESTA DARI SISI TEORI BIG BANG DAN ALQUR'AN

Alam Semesta adalah al-samawat wal ardh wa ma bainahuma (langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya). Tentu penciptaan alam semesta tidak terlepas dari kuasa Allah SWT dimana terdapat rahasia dibalik semua itu. Proses tertbentuknya alam semesta ini tidak terlepas dari ayat-ayat Alqur'an yang kemudian ditafsirkan berdasarkan keimanan mengenai ayat-ayat itu dengan melibatkan penjelasan rasul melalui hadis-hadisnya dan upaya pengungkapan "rahasia alam" itu dengan akal pikiran manusia melalui perangkat sains.

Jika kita berbicara tentang proses penciptaan Alam semesta menurut sudut pandang islam, penciptaan alam semesta ditemukan didalam ayat-ayatNya lebih dari 1000 ayat. 461 diantaranya berkaitan dengan bumi (bentuk bulat bumi, orbit bumi, rotasi bumi dan pembagian wilayah bumi serta isi kandungannya.

Ayat yang menjadi acuan utama mengenai penciptaan Allah semesta adalah Surat Albaqarah
; 117, yang berbunyi:

بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ 

"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptkan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya : "Jadilah!" lalu jadilah ia.

Kemudian berdasarkan penjelasan para astrofisikawan secara luas merupakan fenomena yang masuk akal, yang disebut juga denga teori "BigBang". hal ini didukung oleh data observasi dan eksperimen yang didapatkan oleh astronom dan astrofisikawan.



Dalam Alqur'an surat Hud ayat 7 :

وَهُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ وَكَانَ عَرۡشُهُ 

"Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa"

Berdasarkan "Big Bang" seluruh alam semesta pada awalnya adalah satu masa yang yang besar (primary nabula). kemudian terjadi "ledakan besar" (secondary Sparation) yang menghasilkan formasu galaksi. kemudian terbagi menjadi bintang, planet, matahari, bulan dll. Alqur'an ternyata memuat hal ini, yaitu mengenai asal-usul alam semesta.

َوَ لَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ كَانَتَا رَتۡقٗا فَفَتَقۡنَٰهُمَاۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا

 يُؤۡمِنُونَ 

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi  itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. maka mengapakah mereka tiada juga beriman. (QS. Al-Anbiyaa' ;30)


Kecocokan antara Alqur'an dan "Big Bang" adalah benar adanya, beratus-ratus tahun sebelumnya ditemukan teori bigbang, proses pembentukan alam semesta sudah tertera didalam Alqur'an.


Referensi : 

http://www.sains-quran.com/2015/08/penciptaan-alam-semesta-big-bang-dalam_60.html











Senin, 23 Mei 2016

Makna Ibadah

Lima kali dalam sehari, diwaktu-waktu yang telah ditentukan, setiap muslim yang telah akil balig dan mampu, wajib mendirikan salat, sesuai dengan perintah Allah:

حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ  

      238. Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu´
  
Ibadah lahir dalam salat mencakup berdiri, membaca ayat alqur'an, rukuk, sujud, berlutut, dan mengucapkan doa-doa tertentu dengan suara yang agak keras. Semua aktivitas yang melibatkan anggota tubuh ini, termasuk semua bacaan yang dihafalkan, merupakan ibadah lahir. semua itu tercakup dalam perintah Allah yang pertama: "Peliharalah salat-salat(mu)", yang disampaikan dalam bentuk jamak.

Perintah yang kedua: "dan  (peliharalah) salat yang tengah-tengah (wustha)", mengacu kepada salat hati, karena hati berada ditengah - dipusat wujud. Tujuan Ibadah ini adalah mendapatkan ketentraman hati. hati berada ditengah-tengah, antara kanan dan kiri, antara depan dan belakang, antara atas dan bawah , antara kebaikan dan maksiat. Hati adalah pusat. titik keseimbangan, bagian tengah. Rasulullah SAW, bersabda "hati anak-anak Adam berada diantara dua jari Yang Maha Penyayang. Dia membalikannya ke mana saja Dia kehendaki." Kedua jari Allah itu adalah kekerasan Azab-Nya dan kelembutan Karunia-Nya.

Ibadah yang sejati adalah ibadah hati. Jika hati seseorang lalai terhadap ibadah sejati ini, tentu ibadag lahirnya rusak. Jika ini terjadi, ia tidak akan meraih ketentraman lahir yang didambakannya dari salat lahir. Karena itulah Rasulullah SAW bersabda, "Ibadah hanya mungkin dilakukan dengan hati yang khusyuk."

Berbeda dengan ibadah lahir, ibadah batin tak mengenal waktu dan tanpa akhir. Ibadah batin tak mengenal waktu dan tanpa akhir. Ibadah batin dapat dilakukan sepanjang umur, di dunia dan di akhirat. 

Minggu, 22 Mei 2016

Hak Cipta Software dalam Islam

Teknologi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia, teknologi memegang peran penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara baik itu dalam kancah internasional yang saat ini semakin global, kompetitif, dan komparatif. Perkembangan teknologi yang berkembang sangat cepat seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini, mendorong umat manusia dengan kehidupan yang lebih modern. Umat manusia dituntut untuk mengusai teknologi tinggi. Dengan begitu teknologi akan terus berkembang sejalan dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh umat manusia baik itu dalam lingkup ekonomi, politik, budaya, kesehatan, maupun persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara.

Berbicara tentang teknologi tentu kita memandang jauh kedepan,banyak sekali generasi-generasi muda yang telah menciptkan berbagai perkembangan teknologi terutama pengembangan software. perkembangan software saat ini dari masa ke masa semakin pesat dan canggih yang telah diciptakan oleh master master IT dibidangnya. Dari pengembangan sotware tersebut tentu ada beberapa orang yang digunakan sebagai bisnis untuk diperjual belikan, ada juga yang diberikan secara free dari pihak pencipta. Namun bagaimana jika suatu software tersebut berlisensi ? tentu kita sebagai umat manusia yang bijak harus memiliki kode etik dalam menggunakan dan memanfaatkan barang terutama milik orang lain. Karena dalam hal ini di Indonesia memiliki perundang-undagan tentang hak cipta yang dimaksudkan untuk melindungi hak cipta dan membangkitkan semangat dan minat yang lebih besar untuk melahirkan ciptaan baru diberbagai bidang. Namun dalam realitasnya masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap hak cipta.



 Pembajakan merupakan suatu yang lumrah dinegara kita, beberapa produk bajakan terutama software dapat dengan mudah kita dapatkan. hal ini menjadi hal yang lumrah saat ini, di sisi lain hal yang menyebabkan meningkatnya pembajakan salahsatunya adalah harga-harga software yang bisa dikatakan diluar jangkauan kebanyakan pengguna di Indonesia.

Kemudian bagaimana jika kita memandang dari kacamata Islam dalam menyikapi pembajakan yeng terjadi ?

sacara umum, hak atas suatu karya ilmiyah, hak atas merek dagang dan logo smerupakan hak milik yang keabsahannya dilindungi oleh syariat Islam. dan merupakan kekayaan yang menghasilkan pemasukan bagi pemiliknya. di Indonesia hak cipta dijelaskan sebagai hak yang diberikan untuk pencipta suatu karya untuk mengontrol atas penggunaan dari ciptaannya. 

Hak cipta memberi hak bagi pemiliknya untuk:
  1. Membuat copy dari hasil ciptaanya.
  2. Menyebarluaskan hasil ciptaannya.
  3. Mempertunjukkan hasil ciptaannya didepan umum.
  4. menjual hasil ciptaannya agar dapat dikonsumsi oleh orang lain.
Tidak boleh mengcopy (install) program yang memegan hak ciptanya melarang, kecuali seizin mereka. hal ini didasarkan pada sabda Nabi Shallahu 'allaihi wa sallam.

المُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوطِهِمْ                                                                             
Artinya : Kaum muslimin itu berpegang pada persayaratan mereka.

juga sabda beliau yang lain :


لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِطِيبة من نَفْسٍ                                                        

Artinya : tidak dihalalkan harta seoarang muslimin kecuali yang diberikan dari ketulusan hatinya yang dalam.

Namun khususnya dalam beberapa kasus tertentu, misalnya seseorang terpaksa menggunkan program khusus dan tidak atau belum ada pilihan lain karena harganya tidak terjangkau sementara manfaatnya sangat vital dan menjadi hajat hidup orang banyak, maka banyak ulama yang memberikan keringanan. namun bila seseorang membeli mesin pengcopy masal lalu 'membajak' program tersebut secara massal dimana anda akan mendapat keuntungan, disitulah letak keharamannya secara mutlak. hukum islam sendiri pada hari ini mengakui hak cipta sebagai hak milik atau kekayaan yang harus dijaga dan dilindungi. Dan membajak atau menjiplak hasil karya oranglain termasuk bagian dari pencurian atau tindakan yang merugikan orang lain.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/12/01/25/lyc72l-inilah-hukum-tentang-hak-cipta-dalam-islam

http://www.dakwatuna.com/2010/01/05/5239/hukum-pembajakan-dan-barang-bajakan/

Minggu, 08 Mei 2016

SISI PENCIPTAAN HUJAN DARI LANGIT DI DALAM ALQUR’AN

Pembentukan Hujan menurut Alqur’an


Hujan adalah air yang diturunkan dari langit dan penuh keberkahan. Allah menurunkan hujan sebagai rahmat yang diberikan untuk seluruh makhluk. Siklus hujan tidak dapat kita atur, dan tanpa air kita tidak dapat hidup lebih dari beberapa hari. Air dikirim dikirim kepada manusia dengan cara yang sangat istimewa. Alqur’an mengingatkan kepada kita bahwa hal ini merupakan salah satu bukti yang harus kita syukuri. Bahkan di dalam Alqur’an sudah menjelaskan kepada dunia sebelum teknologi membuktikan akan kebenaran terbentuknya hujan, ini terbukti sudah tercantum ke dalam ayat-ayat alqur’an surah Albaqarah:22, Al An’am:99, Al A’raf:57, Yunus:24, Hud:52, Ibrahim:32,Hijr:22, Nahl:10:11:65, Ta Ha:53, An Nur:43, Al Furqan:48, Ar Rum:48, Luqman:10, As Sajdah:27, Fatir:27, Ash Shuraa:28, Al Hadid:20, At Tarir:11.

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٢
  1. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al baqarah : 22)
َهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَيۡءٖ فَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهُ خَضِرٗا نُّخۡرِجُ مِنۡهُ حَبّٗا مُّتَرَاكِبٗا وَمِنَ ٱلنَّخۡلِ مِن طَلۡعِهَا قِنۡوَانٞ دَانِيَةٞ وَجَنَّٰتٖ مِّنۡ أَعۡنَابٖ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشۡتَبِهٗا وَغَيۡرَ مُتَشَٰبِهٍۗ ٱنظُرُوٓاْ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثۡمَرَ وَيَنۡعِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمۡ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٩٩
  1. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al An'am : 99)
وَهُوَ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابٗا ثِقَالٗا سُقۡنَٰهُ لِبَلَدٖ مَّيِّتٖ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ٱلۡمَآءَ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِۚ كَذَٰلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٥٧
  1. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran (QS . Al A'raf : 57)
وَأَرۡسَلۡنَا ٱلرِّيَٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَسۡقَيۡنَٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمۡ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ ٢٢
  1. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya (QS. Hijr : 22)
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗۖ لَّكُم مِّنۡهُ شَرَابٞ وَمِنۡهُ شَجَرٞ فِيهِ تُسِيمُونَ ١٠
  1. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. Al Nahl : 11)
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزۡجِي سَحَابٗا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيۡنَهُۥ ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ رُكَامٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٖ فِيهَا مِنۢ بَرَدٖ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصۡرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُۖ يَكَادُ سَنَا بَرۡقِهِۦ يَذۡهَبُ بِٱلۡأَبۡصَٰرِ ٤٣
  1. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan (QS. An Nur:43)
أَوَ لَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا نَسُوقُ ٱلۡمَآءَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡجُرُزِ فَنُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا تَأۡكُلُ مِنۡهُ أَنۡعَٰمُهُمۡ وَأَنفُسُهُمۡۚ أَفَلَا يُبۡصِرُونَ ٢٧
  1. Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan (QS. As Sajdah :27)
Penjelasan ayat diatas adalah bukti bahwa Allah telah memberikan nikmat  dan keberkahan dari penciptaan Hujan. Keberkahan yang memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk kehidupan umat-Nya. Peranan hujan salah satu hal penting untuk kehidupan Alam Semesta, satu sama lain saling terkait karena Allah menciptakan segala sesuatunya untuk kebaikan umat-Nya, maka dari itu kita sebagai makhluk Allah harus selalu mensyukuri dengan apa yang diberikan oleh Allah dan selalu mengingat atas kebesaran Allah SWT.

Tafsir Penciptaan Hujan dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan

Tahapan pembentukan hujan baru dapat dipelajari setelah radar cuaca ditemukan. Menurut radar, pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; ketiga, turunnya hujan. Yang tercantum di dalam Al-Qur’an tentang pembentukan hujan sangatlah sesuai dengan penemua ini:

ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٤٨
  1. Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. (QS. Ar Rum: 48)
Tahap pertama : sejumlah besar gelembung udara terbentuk karena buih di lautan secara terus-menerus pecah dan menyebabkan partikel air disemburkan ke langit. Partikel yang kaya garam ini kemudian dibawa angin dan naik ke atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol yang berfungsi sebagai perangkap air. Inilah yang akan membentuk titik-titik awan dengan mengumpulkan uap air disekitarnya, yang kemudian naik dari lautan sebagai tetesan kecil.

Tahap Kedua : Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar Kristal garam atau partakel debu di udara.karena tetesan air di awan sangat kecil (dengan kisaran diameter 0,01-0,02 mm), awan menggantung di udara dan menyebar di langit, sehingga langit tertutup oleh awan.

Tahap ketiga : partikel air yang mengelilingi Kristal garam dan partikel debu akan bertambah tebal dan membentuk tetesan hujan, sehingga tetesan hujan akan menjadi lebih berat daripada udara, dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan. Tetesan hujan dibentuk partikel air yang mengelilingi Kristal garam, yang terbawa dari lautan ke awan. Karena menjadi lebih berat daripada udara, partikel ini terlepas dari awan dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan.

Air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun asalnya penguapan air ini, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah.
 وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ طَهُورٗا ٤٨
…. Kami turunkan dari langit air yang amat bersih . (QS. Al-Furqqan : 48)

Minggu, 17 April 2016

Yuk Berhijab Syar'i

Assalamuallaikum

Kali ini kita akan membagi tips bagaimana memantapkan hati dalam berhijab Syar'i , dalam hal ini yang paling susah adalah beristiqomah. Dalam memakai hijab tidak diperdebatkan antara Hijab gaul atau Hijab Syar'i ,hanya saja memakai Hijab Syari adalah perintah Allah, maukan terlihat cantik bukan hanya saja dihadapan manusia tetapi juga dihadapan Allah :) .....


Berikut adalah tips yang dikuti dari buku "Diary Sally" supaya hati kita semakin mantab untuk berhijab Syar'i ..

  • Dengarkan apa kata Allah, bukan hatinya
Perintah  Berhijab sudah Allah tulis dalam surat An-Nur 31 dan Alhzab 59 ..


  • Mantapkan lagi hatinya, kejar lagi hidayahnya
Seorang muslimah tentu percaya bahwa cinta perlu dibuktikan dengan perbuatan, dan cinta kepada Allah dibuktikan dengan ketatan. Sama halnya dengan jatuh cinta, kita perlu terus mencari perhatian Allah, selalu memberikan pengorbanan yang paling baik.
  • Percaya Diri
Diawal berhijab syar'i tentunya kita menemui banyak komentar iseng tentang penampilan kita...kita tidak bias mengontrol perkataan siapa pun tapi kita bias menutup telinga untuk tetap teguh pada perintahnya..
  • Yakinkan Orang tua
Khusus untuk kalian yang masih ditentang orang tua, tak ada cara lain selain terus memberikan yang terbaik, dan meunjukan bahwa kita anak yang baik, sampaikan ke mereka dengan hati ? yakinkan ke mereka bahwa berhijab syar'i adalah perintah Allah.
  • Sederhanakan Penampilan
Luruskan niat bahwa berhijab syar'i hanya untuk Allah saja , percaya bahwa penilaian manusia gak akan sebanding dengan penilaian Allah. Pastikan sebelum beraktivitas tak ada penampilan yang berlebihan seperlunya saja.


Mungkin hanya itu saja yang bias kita share ke kalian, disini kita masih sama-sama belajar untuk menjadi calon bidadarinya Allah,, selain berhijab syar'i jangan lupa yaaa akhlaq nya juga harus dijaga..isyaAllah jika kita sudah berhijab syar'i dengan sendirinya kita akan sadar dengan perintah Allah yang lain, karena itu semua bukan tuntunan tapi suatu kewajiban..